Pelatihan ESQ Melejitkan Prestasi Perusahaan
10 September 2009
Nilai spiritualitas terbukti dapat mendongkrak kinerja perusahaan. Hal itu diakui oleh dua direktur utama BUMN yaitu Dirut Perum Bulog, Dr Mustafa Abubakar Msi dan Dirut PT Bukit Asam, Ir Sukrisno yang hadir sebagai panelis dalam acara CEO (Chief Executive Officer) Gathering Rabu, (2/9) di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufik Effendy hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker) serta Pendiri ESQ Leadership Centre, Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian sebagai pembahas pada acara yang bertajuk “Spritualitas Dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan”. Pada kesempatan itu hadir para undangan di antaranya mantan Meneg BUMN Sugiharto, Adi Sasono, Rektor UI Gumilar Rusliwa.
Dalam pidatonya Menpan, Taufik Effendy menyatakan dukungannya pada ESQ. “Bangsa ini telah banyak dirasuki berbagai hal negatif nyaris semua kalangan, dari anak-anak hingga para eksekutif. Saya ingin ESQ 165 mengembalikan pikiran bangsa kita ke jalur yang benar. Untuk itulah, saya selaku menteri pendayagunaan aparatur negara melanjutkan kerja sama dengan ESQ. Untuk membantu melakukan pembinaan mental dan spiritual terhadap aparatur negara dua tahun ke depan,” ujar Taufik Effendy yang saat itu bersama Ary Ginanjar menandatangani MOU antara Kementerian PAN dengan ESQ Leadership Centre untuk meneruskan kerja sama memberikan training bagi aparatur Negara.
Dirut Bulog, Mustafa Abubakar, memberikan paparan berjudul “Membangun Kinerja Bulog Melalui Sentuhan Spiritual dan Komitmen Manajemen”. Menurut Mustafa, sumber daya manusia merupakan modal utama suatu perusahaan, namun harus diarahkan pada nilai-nilai luhur untuk mengerti kebenaran dan kebaikan. ”Dengan pelatihan ESQ kami merasakan ada energi positif bagi perusahaan untuk lebih maju dari sebelumnya,” ujar Mustafa.
Saat diangkat sebagai direktur utama, kondisi Perum Bulog dalam krisis luar biasa. Namun, manajemen baru bertekad untuk keluar dari kesulitan. Beberapa langkah mendasar diambil Bulog, pertama, mengundang KPK untuk memberikan pembekalan anti korupsi. Kedua, mengundang ESQ untuk memberikan training kepada jajaran Perum Bulog, dari direksi sampai pelaksana di semua lini, di seluruh Indonesia. Selanjutnya menandatanganan Pakta Integritas.
Saat ini, menurut Mustafa, Bulog telah berubah. Terjadi efeisiensi yang luar biasa. Pencapaian target di 2008 merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Tidak ada lagi impor beras, bahkan, tahun ini Bulog telah mampu mengekspor beras. Kinerja keuangan pun menunjukkan peningkatan, jika pada 2006 terjadi defisit Rp 500 miliar, pada 2008 berubah menjadi surplus Rp 101 miliar.
Semua perubahan ini diakui oleh Mustafa, karena nilai-nilai spiritual mampu mengubah mental di kalangan karyawan Bulog. “Ini kami yakini karena seluruh SDM Bulog telah mengalami mental change, dan itu karena sentuhan spiritualitas dalam manajemen,” kata Mustafa yang telah mengirimkan sepertiga karyawannya ke training ESQ.
Sementara Ir Sukrisno dalam paparan bertema “Semangat 165 di Bukit Asam (Persero) Tbk”, menyatakan bahwa ada perubahan budaya kerja yang mendongkrak prestasi PT Bukit Asam pasca training ESQ. Sejak 2007, PT Bukit Asam mencanangkan berlakunya Tiga Budaya Kerja yaitu bekerja ikhlas, yang merupakan wujud kecerdasan spiritual; bekerja cerdas, sebagai wujud kecerdasan intelektual; dan bekerja keras, yang merupakan wujud kecerdasan emosi. “ESQ Way 165 telah memberikan keseimbangan semua kecerdasan, dan memberi makna bahwa bekerja bukanlah tanpa tujuan, melainkan salah satu jalan dalam beribadah kepada Allah SWT,” kata Sukrisno. “Itulah peran terbesar ESQ Way 165 bagi seluruh karyawan PTBA.”
Menurut Sukrisno, pengaruh training ESQ terhadap kinerja perusahaan sangat jelas. Laba meningkat dari perusahaan terus meningkat pada 2006 Rp 486 miliar pada 2006 dan mencapai Rp 1.708 miliar pada 2008. Tahun ini, pada semester I PTBA mendapatkan laba Rp 1, 592 triliun. “Target kami, laba bersih di 2009 ini harus mencapai Rp 3 triliun,” tambah Sukrisno.
Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian, menyatakan, selama ini kebanyakan perusahaan hanya memberikan kebahagiaan fisik seperti gaji yang tinggi, bonus, atau kebahagiaan emosional: penghargaan dan pujian. Namun hal itu tidak pernah mendatangkan kebahagiaan karena manusia tak pernah puas, bahkan kadang menimbulkan iri dan dengki. Yang dilakukan PTBA dan Bulog adalah member kebahagiaan spiritual, sebuah keyakinan bahwa apa yang dilakukan dalam bekerja adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Sedangkan untuk meraih kesuksesan dan peningkatan kinerja harus dengan menggabungkan tiga motivasi, yakni motivasi fisik, motivasi emosional, dan motivasi spiritual, sehingga melahirkan motivasi total (total motivation).•
Email This Post
Print This Post








Berlangganan Berita ESQ via email:



