ESQ Dorong GOPAN Lebih Produktif

1 February 2010

GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional) mengadakan in house training ESQ tingkat dasar, angkatan 3 yang diselenggarakan di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat-Minggu (22-24/1).

Direktur Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, Tjeppy D. Soedjana yang hadir menyambut pembukaan training ESQ mengatakan, Departemen Pertanian berperan membina, mendorong, membimbing, dan memberikan arahan kepada GOPAN. Itu semua dapat dilakukan melalui training ESQ agar menjadi bekal dasar sebelum melakukan sesuatu, sehingga GOPAN dapat lebih produktif.

Pada intinya kita harus mensyukuri nikmat dan ingat kita selalu diuji baik dalam keadaan senang maupun susah. Apalagi sebagai pelaku usaha, cobaan-cobaan itu selalu terjadi. Pelatihan leadership yang diselenggarakan oleh ESQ Leadership Center merupakan cara yang dapat mengingatkan kita kepada fitrahnya.

“Kita harus punya niat yang lurus berusaha dengan optimal. Kalau kita bisa melaksanakan maka dengan sendirinya akan terbangun nilai tujuh budi utama (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli). Saya kira itu sebagai elemen-elemen yang dapat memperkuat keyakinan kita kepada para peserta,” ungkapnya yang juga alumni ESQ.

Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian dalam sambutannya mengatakan, mudah-mudahan training ESQ ini memberikan hikmah atas apa yang kita lakukan bersama. Ary mengajak GOPAN menjadikan pekerjaan sebagai ibadah, agar menjadi GOPAN yang mencintai Allah di atas segala-galanya, menjadikan ayam dan telor sebagai ‘tasbih-tasbih’ dan ’sajadah’ untuk mengabdi kepada Allah.

Ketua GOPAN, Tri Hardiyanto mengatakan, training ESQ membantu memotivasi para peserta GOPAN menjadikan pekerjaan sebagai ibadah kepada Allah. Melatih kecerdasan emotional dan spiritual menjadikan hidup kita tenang. “Saya lihat hasilnya kepada alumni bagus sekali.”

“Apa yang sudah kita dapat kita bisa bawa kembali ke rumah, ke tempat kerja, dan kita sebarkan kebaikan yaitu 1 ihsan, 6 rukun iman, dan 5 rukun islam, sehingga apa yang kita kerjakan berguna bagi kita dan masyarakat,” ungkapnya yang juga alumni ESQ.

Salah satu tujuan pembentukan GOPAN adalah melindungi dan memperjuangkan kepentingan UKM bidang peternakan unggas. Diharapkan dengan tebentuknya GOPAN terjadi hubungan usaha yang seimbang dan pasti, antara pihak pabrikan dan atau integrator sebagai peternak besar dan produsen, dengan peternak UKM. Dengan demikian lembaga ini dapat menekan sekecil mungkin, kemungkinan kesewenang-wenangan yang besar terhadap yang kecil, dan memperkuat posisi tawar peternak UKM sebagai konsumen.

Training ESQ menyatukan potensi kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi sebuah kompetensi yang terintegrasi. Training yang dipandu oleh Samsul Rahman dengan asistenya Khemal Muchlis dan Singgih K. Sekti diikuti 121 peserta. Training ESQ juga dihibur tim angklung dari Tri Group yang membawakan lagu Asmaul Husna dan Shalawat Nabi.

Peserta, Cahyo Budi Utomo, merasakan semakin dekat sekali kepada Allah, inilah yang paling mendasar. Training ini mempraktikan apa yang ada di dalam Al Quran dan Hadist untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Melatih kecerdasan emosional dan spiritual sangat penting sekali, karena dengan belajar nantinya dapat dipraktikkan di pekerjaan, seperti halnya kejujuran yang merupakan salah satu poin tujuh budi utama.

“Dampaknya nanti perusahaan yang akan menikmati positifnya,” ungkapnya yang juga sebagai Branch Manager, PT. Agrinusa Jaya Santosa.

Peserta, Laila Ulfa mengungkapkan, luar biasa, baru kali ini ia merasakan memaknai pentingnya shalat. Mudah-mudahan setelah training hati dan perbuatan terjaga semua. Harapannya dengan ikut ini semua teman-teman satu sama lain saling peduli dan tanggungjawab agar kerja juga jadi nyaman.

“Training ini benar-benar membuat kita tergugah. Baru sekarang aku benar-benar diketuk, ternyata ini yang aku cari,” ungkapnya yang juga sebagai Finance di Taman Jasmin Mitra Farm.

Suwardi yang juga peserta mengatakan, training ESQ membantunya menemukan jati diri dan mengembalikan fitrah kita sebagai manusia, yaitu kita diciptakan oleh Tuhan dan menjadikan Rasulullah sebagai panutan. Dengan perpaduan IQ, EQ, dan SQ menjadikan kita bekerja lebih termotivasi, kerja tidak semata-mata karena materi jadi ada hal yang patut dicapai yaitu sebagai ibadah.

“Kinerjanya harus lebih baik bukan hanya untuk kontribusi di perusahaan, tetapi juga bagi diri pribadi dan keluarga,” ungkapnya yang juga sebagai Managerial Marketing Packing Duck, PT. Charoen Pokphand Indonesia.

Ketua Pelaksana, Muslihin Irmat mengutarakan, pelatihan ini bertujuan memaknai rutinitas pekerjaan kita sehari-hari, karena kita dibidang peternakan kita ingin memaknai apa sebenarnya yang kita lakukan. Ternyata apa yang kita lakukan itu maknanya luar biasa, artinya kita bisa membangun bangsa berupa memenuhi protein hewani terutama dari ayam untuk masyarakat Indonesia.

Ia berharap, “Setelah training ESQ apa yang kita lakukan setiap hari itu adalah sebuah kebaikan dan kita juga membina mental anggota-anggota supaya kita tidak melakukan kegiatan rutinitas saja tapi juga harus bersyukur apa yang diberikan oleh Allah.” (tino - www.esqmagazine.com)

Bookmark and Share Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post


Leave a Reply


Berlangganan RSS

Berlangganan Berita ESQ via email:

Masukkan alamat email Anda:

Berlangganan berita ESQ lewat email