Pul Group: Setengah Abad Bersama Laut
“Keluar tol Priok, nanti ketemu perempatan. Kemudian ambil jalur kiri. Nah, sebelum perempatan kedua, ada gedung yang namanya Pul Group di sebelah kiri jalan. Gedungnya dari kaca semua,” ujar R.A Suwarto, Direktur Utama Pulau Laut Group (Pul Group), saat dihubungi via telepon, awal Juli 2006.
Ternyata benar, alamat itu sangat mudah ditemukan. Gedungnya berlantai lima, dindingnya didominasi kaca. Saat memasuki gerbangnya, Nebula disambut hangat oleh petugas berseragam putih biru. “Bisa dibantu, Mas?” ucapnya ramah. Masih di lantai satu, persisnya di dekat meja resepsionis, terdapat mushala. Di dalam terlihat beberapa karyawan Pul Group sedang shalat dzuhur berjamaah. Mereka begitu rapi, teratur dan disiplin.
Pul Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut, mulai dari bongkar muat, penumpukan barang di lapangan dan gudang serta forwarding dan trucking. Usaha itu dimulai sejak 1956. “Saya adalah generasi ketiga. Perusahaan ini sudah berusia 50 tahun,” tutur alumnus ESQ Eksekutif Angkatan ke-36 itu.
Di masa kepemimpinan Suwarto, perusahaan berkembang pesat. Itu terlihat dengan banyaknya perusahaan mengageni perusahaan pelayaran asing. Di samping itu, perusahaan juga mampu membentuk joint operation dengan pihak asing yang bergerak di bidang container feeder service. Perkembangan yang demikian maju, membuat ayah dari tiga anak itu mendirikan beberapa anak perusahaan yang masih berada di lingkungan Pul Group.
Kini, Pul Group mempekerjakan 400 orang lebih, yang tersebar di semua cabang. “Cabang kami ada di Medan, Semarang, Surabaya, Balikpapan dan Samarinda,” kata pria kelahiran Purwokerto 3 Desember 1953 itu. Pul Group saat ini menangani dua unit kapal barang, 30 unit truk, lima unit gudang, 10 hektar lapangan yang dijadikan sebagai penumpukan peti kemas, serta 20 unit alat mekanik untuk kegiatan bongkar muat barang.
Perusahaan pernah mengalami masa-masa sulit yaitu saat krisis ekonomi nasional. Waktu itu perusahaannya hampir ambruk. Namun, dengan keuletan, kesabaran, kreativitas dan inovasi, akhirnya usaha itu bisa terselamatkan.
Dalam meningkatkan kualitas SDM, perusahaan yang bermoto “Tumbuh Berkembang dan Maju Bersama” itu mempunyai program training tersendiri, baik in door maupun out door. Salah satunya adalah pelatihan ESQ. Sampai sekarang, mereka telah mengirim delapan orang petinggi Pul Group. “Insya Allah kita akan mengirimkan 10 orang lagi di pelatihan berikutnya,” kata Suwarto.
“Saya tahu bisnis di laut tidak pernah mati. Namun, tetap dibutuhkan orang-orang profesional, karena persaingan sangat ketat. Untuk itu, selain intelektual, diperlukan juga moral yang baik,” paparnya.
Sejak menjadi alumni ESQ, Suwarto mengaku mengalami banyak perubahan. Terutama dalam memimpin perusahaan. Sekarang, ia lebih banyak menggunakan hati daripada logika. (hanafi)
(Tulisan ini dimuat di Majalah Nebula (eks ESQ Magazine) edisi cetak No. 21/Thn II/2006)








Berlangganan Berita ESQ via email:



