Tiki JNE Tingkatkan Produktifitas dengan Tujuh Nilai Dasar
3 February 2010
Tiki JNE mengadakan In House Training (IHT) ESQ tingkat basic kepada 200 karyawannya yang berada di Jabodetabek (30-31/1). Training ini dimaksudkan agar para karyawan dapat menerapkan tujuh nilai dasar Tiki JNE yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli.
“Dengan mengikutsertakan karyawan JNE training ESQ, semoga budaya kerja serta tujuh nilai dasar Tiki JNE dapat meningkat. Maka secara otomatis akan menaikkan produktifitas kerja,” ucap Donny Syachrullah, HRD Training Manager Tiki JNE saat membuka IHT Tiki JNE angkatan-4 pada Sabtu (30/1), di Menara 165, Jakarta.
Donny menjelaskan, seiring berjalannya waktu dampak positif dari training ESQ mungkin akan luntur atau tidak permanen. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan penyegaran kepada karyawan dengan mengikut sertakan ke tingkat dua yaitu Mission & Character Building (MCB).
Tiki JNE bertekad untuk mentraining seluruh karyawannya yang tersebar di seluruh Indonesia, ini dimaksudkan agar ada keseragaman bersikap dalam membangun Tiki JNE menjadi perusahaan jasa yang dapat di percaya oleh masyarakat luas.
“Semoga materi-materi yang telah mereka dapatkan di ruang training selama dua hari ini, dapat diimplementasikan dalam bidang pekerjaannya masing-masing sehingga membawa berkah bagi seluruh lapisan,” ujar Achmad Zaki, trainer ESQ. Training ini dipandu oleh Achmad Zaki, Reggy Latif, dan Donny.
Sedangkan Johari Zein, Direktur Tiki JNE dalam sambutan penutupan training ESQ mengajak karyawannya untuk selalu bersyukur dan sedekah atau memberi dengan ikhlas. Perusahaan mengadakan training ESQ niatnya adalah memberi dengan ikhlas, dengan keikhlasan mudah-mudahan balasannya senantiasa berlimpah diluar dugaan. Perusahaan menginginkan dan berharap dengan pemberian ikhlas ini dapat menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
“Kita harus memberi dengan sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya, saya yakin kita akan terus di jalan yang baik dan lurus,” ujar Johari, alumni ESQ Eksekutif angkatan 32 Jakarta.
Ia mengajak para peserta dapat menjaga apa yang telah didapat di pelatihan ini. Mudah-mudahan training yang telah berlangsung dapat membekas dihati agar kita menjadi manusia yang lebih baik bagi diri sendiri dan masyarakat.
- KOMENTAR -
Diansyah Ahmad Solihin, Staf Cash Counter Tiki JNE Cabang Casablanca:
Setelah mengikuti training ESQ selama dua hari ini, mata hati saya dapat terbuka. Sehingga kita mengetahui siapa diri kita seutuhnya, dari mana kita berasal, dan apa tujuan hidup kita.
Dari hari pertama saya selalu mengucurkan air mata, padahal saya tidak ingin menangis. Tetapi, ESQ menyetuh perasaan kita, setelah perasaan kita tergugah saya pun tak kuasa menahan keluarnya air mata.
Hati saya saat lebih cerah dari pada sebelum mengikuti ESQ, saya menjadi optimis dalam menapak masa depan dan semangat untuk membangun Tiki.
Saya sebelumnya sholat jarang-jarang, saat ini akan saya tingkatkan Iman, Islam, dan Ikhsan. Semoga program training ESQ bagi karyawan Tiki terus berlangsung dan saya berharap diadakan pula training bagi keluarga karyawan.
Kebetulan sekali tujuh budi utama ESQ mirip dengan tujuh nilai dasar Tiki JNE, saya pun merasa tidak asing dengan hal ini. Untuk kedepannya, saya akan menghafalkan Asmaul Husna atau sifat-sifat Allah dan saya akan berusaha menerapkannya di dalam kehidupan.
Riska Febrianty, Administrasi Tiki JNE Cabang Biak:
Hidup saya lebih berarti dan tahu arah tujuan kemana saya akan melangkah. Sebelumnya saya suka mengeluh kepada Allah, tetapi saat ini saya telah sadar dan lebih tawakal.
Saat trainer memberikan materi dan menyentuh bathin, saya menjadi menangis.
Membangun spiritual, mempertebal iman. Saya akan berlatih untuk melakukan ini sehingga akan menjadi suatu kebiasaan rutin.
Sebelum ESQ, jika saya meninggalkan seperti tidak punya beban apapun. Sedangkan dari sisi emotional saya lebih sabar dan dapat menahan emosi, karena situasi kantor dapat membuat seseorang emosi. Jadi, kalau ingin marah saya perbanyak istighfar.
ESQ merupakan sarana untuk mempertebal iman, mengembalikan manusia kembali ke jalan yang benar agar kita ingat ke sang pencipta semesta alam.
Menurut saya, diadakannya training ESQ bagi karyawan Tiki JNE sangat bagus. Untuk menjaga keimanan tidak luntur, saya akan selalu ingat bahwa kita akan mati.
Iyus, Security Tiki JNE Tomang
Selama ini yang kita terima di pengajaran agama hanyalah sebuah doktrin, selama ini kita hanya menjalankan sebuah rutinitas atau dogma agama tanpa tahu makna untuk apa kita beribadah.
ESQ mengajarkan hal yang benar-benar berbeda. Usai ESQ dalam mengerjakan sholat tidak menjadi beban dan menunggu disuruh oleh teman, tetapi keluar dengan sendirinya.
ESQ menolong kita untuk mengenalkan kembali ke Tuhan, ESQ mengetuk qolbu kita hingga merasuk kedalam dada. Apalagi didukung dengan teknologi audio-visual yang sangat memukau dan para trainer yang sangat berkualitas.
Manusia pada dasarnya memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan tenggang rasa di dalam hatinya, ESQ seperti membangunkan rasa tersebut yang telah tertidur cukup lama.
Saya menyambut gembira diadakannya training ESQ bagi karyawan Tiki JNE, karena dapat membangun mentalitas dan spiritualitas yang jauh lebih baik lagi. Dulu kita hanya takut terhadap atasan, jika di depan mereka berpura-pura baik namun dibelakang mereka seenaknya kita.
ESQ memberitahu dimana pun dan kapan pun diri kita, selalu dilihat oleh Allah. Maka dari itu, saya pun sadar bahwa kita saat ini tengah diawasi oleh Allah. Kita pun akan bekerja dengan jujur dan ikhlas karena ini salah satu cara saya berbakti kepada Allah.
ESQ amazing… baru kali ini saya mendapatkan program pengajaran yang sangat mengedepankan akhlak nurani yang diselaraskan dengan teknologi mutakhir.
Saya sangat-sangat berterima kasih kepada trainer yang telah mengajarkan kami ilmu-ilmu yang sangat berguna, sehingga materi yang diberikan mudah dipahami dan membekas. (joko/tino)
Email This Post
Print This Post








Berlangganan Berita ESQ via email:



