Training Lanjutan ESQ: SC2 Angkatan ke-2
4 March 2010
Setelah diluncurkan pada 26 Desember 2009, Training Lanjutan ESQ SC2 (Self Control Collaboration) kembali diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (28-29/2) di Menara 165 Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Yang istimewa pada training SC2 angkatan II yang diikuti sekitar 300 orang ini, 50 orang peserta datang dari negeri jiran Malaysia, dan sisanya dari berbagai penjuru Indonesia.
Manfaat training ESQ tingkat III ini berbeda dengan training ESQ sebelumnya. Di SC2 peserta dapat mengetahui kelemahan yang melekat dalam dirinya yang selama ini tanpa disadari. Selain itu, kita diajarkan bagaimana membangun sinergi dan kolaborasi sehingga bukan hanya membentuk pribadi yang soleh secara individual tetapi juga sosial.
Setelah SC2, ESQ LC akan meluncurkan training tingkat akhir Total Action yang direncanakan pertengahan 2010. Total Action yaitu pelatihan yang membentuk manusia agar mampu mengaplikasikan semua nilai yang dimilikinya. Selama ini banyak orang yang pandai dan memiliki ilmu tinggi, tapi tidak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan. Dengan empat tingkat training itu akan lahir manusia yang mampu menggabungkan ketiga potensi kecerdasan, menggabungkan tiga motivasi, dan mampu meraih tiga kebahagiaan yaitu intelektual, emosional,dan spiritual.
Semua tingkatan training ini dibuat sebagai bagian dari komitmen ESQ LC untuk memberikan training secara komprehensif dan berkelanjutan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.
Di sela-sela training SC2 ini, Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ Leadership Center (ESQ LC) mengajak masyarakat untuk menjadikan hati sebagai panglima dalam tiap tindakannya, sehingga Indonesia Emas 2020 dapat tercapai.
“Suatu bangsa akan mengalami era keemasan ketika hati dan akal disatukan bersama dan suatu bangsa akan mengalami kehancuran ketika akal dan nafsu menjadi raja,” ucap Ary Ginanjar Agustian. “Meski kita mampu membuat gedung yang amat tinggi, jembatan yang amat kokoh, tetapi kita tidak boleh melupakan tujuan Tuhan menciptakan manusia ke bumi. Oleh karena itu, mari jadikan diri kita berotak sarjana, berhati ulama,” tambahnya.
Usai training dua hari, Ary Ginanjar mengundang para peserta yang berasal dari Malaysia untuk makan malam bersama. Ini merupakan bentuk penghormatan Ary Ginanjar atas apresiasi warga Malaysia yang telah meluangkan waktu serta tenaga datang ke Indonesia untuk mengikuti training ESQ SC2. Acara tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan untuk memperkuat PSIM (Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia) yang diluncurkan 12 Desember lalu.
Hadir mantan Meneg BUMN Sugiharto yang merupakan Ketua Umum PSIM, AM Fatwa selaku Ketua Dewan Kehormatan FKA (Forum Komunikasi Alumni) ESQ, dan Dato’ Hussamuddin Yaacub Ketua PSIM Malaysia. Pada acara tersebut dilakukan penyerahan Bendera ESQ oleh Ary Ginanjar Agustian kepada Muqarrabin pendaki gunung, alumni ESQ Malaysia, yang akan menancapkannya di Mount Everest.
- TESTIMONI -
Prof. (Emeritus) Dr. Sambas Wiradusuria, Sp.AK (Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung):
Training SC2 sangat menyentuh sanubari saya, saya pun berniat untuk menyatukan unsur-unsur intelegensi, emosional dan spiritual dijadikan satu pendekatan holistik tidak terpisah. Selama ini saya lebih sering menggeluti ilmu-ilmu integensi dibandingkan ilmu emosional dan spiritual, sehingga saya merasa berat sebelah.
Kalau boleh saya menggambarkan training SC2 ini sangat mengesankan, excellent, fantastis. Jika ada orang yang berhenti hanya sampai training basic, itu adalah orang yang merugi. Rasakanlah training ESQ hingga SC2, ini sangat berguna karena saya merasakan sendiri manfaatnya. Saya sudah yakin akan eksistensi Sang Pencipta pada training ESQ Basic 2006 lalu, usai SC2 saya akan lebih mematangkan diri ke Allah dalam hal pengendalian diri dan kolaborasi. Dilihat dari sisi pendidikan, training ESQ mudah dimengerti dan dipahami.
Seluruh materi SC2 sangat berkesan, namun saya memiliki kesan tersendiri pada sesi katarsis. Di katarsis kita diingatkan agar tidak terlambat untuk bertobat dan memperbaiki diri, jangan sampai kita pulang dalam keadaan tidak bertobat.
Arman Nefi S.H, MM (Direktorat Kemahasiswaan UI):
Training ESQ tiap tingkatan memiliki kesan tersendiri, di SC2 hari pertama saya terkesan pada materi Self Controlling. Di sana kita seakan-akan diingatkan kembali oleh trainer bahwa pengendalian diri yang diajarkan dalam ritual puasa harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Pada hari kedua SC2, memiliki kesan yang berbeda dengan hari pertama khususnya waktu digambarkan Padang Mahsyar. Kejadian yang luar biasa yang akan kita hadapi seolah kita merasakannya sehingga kita benar-benar diingatkan.
Saya benar-benar salut terhadap kinerja ESQ dan luar biasa efek yang dihasilkannya. ESQ merupakan salah satu proses pembelajaran yang harus dilanjutkan hingga training tingkat 4 yaitu Total Action. Jika ada saudara-saudara kita telah mengikuti basic, jangan lupa selalu me-recharge dan ikuti training hingga tingkat 4.
Dato’ Hussamuddin Yaacub (CEO Karangkraf Malaysia):
Saya membawa 15 orang tim saya dari Karangkraf untuk mengikuti SC2. Luar biasa, di hari kedua training saya merasa ‘tewas’. Terutama materi terakhir, saya terbayang orang-orang mengkafankan dan anak-anak mencium saya. Ini membuat saya tewas dan memberi suatu penyegaran yang sangat luar biasa.
Di ESQ ada 4 tingkatan, saya sudah merasakan tingkat 3. ESQ Basic memberikan kita kesegaran dan penyegaran yang sangat besar. MCB merupakan satu tingkat di atas Basic, di MCB kita diterangkan lebih mendalam tentang visi misi kehidupan dan membangun karakter. Sedangkan SC2 merupakan puncak dari training ESQ mengajarkan kita tentang mengetahui kelemahan dan memperbaiki diri serta bagaimana membangun sinergi dan kolaborasi.
Kalau boleh saya menyarankan kepada rekan-rekan yang belum ikut SC2 merugilah, karena kalian tidak akan menemukan training semacam ini dimana pun. Lalu bagi perusahaan-perusahaan, dari pada kalian membuat training SDM, Lebih baik gunakan ESQ, karena ESQ training yang sangat baik.
Mohd Nurul Imran Koyube (President ILuvIslam.com Malaysia):
Training SC2 sangat menarik dan berbeda dengan training ESQ yang lain, karena training SC2 sangat detail dan menyentuh. Keikutsertaan saya di ESQ karena saya selalu ingat apa yang dikatakan Pak Ary ketika saya training Basic tahun 2006, Pak Ary mengingatkan saya tentang pesan Rasulullah yang menyebut umati, umati, umati. Ini berpengaruh di hati untuk berbuat lebih baik.
Di SC2 saya sangat suka saat materi Fathul Mekkah, di sini menggambarkan Nabi Muhammad bukanlah orang yang pendendam meskipun orang kafir telah membunuh sahabat serta keluarganya. Saya merasa SC2 setingkat lebih tinggi dari MCB, meskipun SC2 bersumber dari MCB. Selain itu SC2 mengkolaborasikan spiritual dengan duniawi, sehingga ilmu ini dapat menyatukan umat.
Selepas SC2, saya akan aplikasikan di pekerjaan saya sebagai pemimpin situs Iluvislam.com yaitu situs penyatu umat. Saya memiliki banyak crew, semoga saya menjadi pemimpin yang disukai orang, tidak pernah merugikan orang lain ataupun perusahaan lain.
Saya memberi pesan kepada rekan-rekan di luar sana untuk ikut ESQ SC2, selepas ESQ Basic kita perlu mengikuti MCB. Namun semua itu masih belum cukup, maka dari itu kita perlukan SC2. (joko/tino/ida - www.esqmagazine.com)
Email This Post
Print This Post









Berlangganan Berita ESQ via email:



