Ongki W. Dana: Ingin Kembali kepada Tuhan

Training ESQ merupakan pelatihan yang menyatukan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi sebuah kompetensi yang terintegrasi dan training ini sangat universal, karena bisa diterima oleh siapa saja, sehingga yang terjadi adalah kerukunan antar umat beragama. Hal ini diakui Ongki W. Dana, Direktur PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN). Ongki merupakan salah satu peserta training ESQ yang beragama Kristen Katolik.

“Ini tujuan yang mulia. Kalau semua tujuan spiritual baik kembali kepada Tuhan, saya rasa tidak akan ada orang yang bertentangan dan ribut, malah dari sini semua saling menghormati,” ungkap Ongki setelah mengikuti training ESQ Eksekutif angkatan 87 di Menara 165, Jakarta, Jumat-Minggu (19-21/2).

Yang paling menarik ketika di dalam materi training dijelaskan mengenai God Spot yang menerangkan kita semua dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Kesadaran itu paling penting bagi kita semua. Sewaktu training ada satu sesi yang menyatakan: apa yang kamu (para peserta) mau selama hidup di dunia, ia menyadari yang dimaunya adalah kembali kepada Tuhan. “Ini suatu cara yang baik metodenya. Mengingatkan kita itu kecil di hadapan Tuhan.”

Baginya penting melatih kecerdasan emosional dan spiritual, karena kita terlalu sering terbawa oleh kesibukan dalam pekerjaan, sehingga terkadang lupa mana yang paling penting. Akhirnya semua kembali kepada sang Maha Pencipta, terkadang kita lupa itulah yang pasti dan paling penting. Dengan training ini kita diingatkan kembali, inilah motivasi paling utama.

Ongki mendukung tujuan mulia ESQ yang ingin mengembalikan nilai-nilai spiritual di Indonesia, sehingga tujuan akhirnya kita semua dapat hidup baik dan benar. Ia juga tertarik ketika mendengar sejarah Nabi Muhammad yang penuh dengan belas kasih.

“Saya bisa merasakan visinya ESQ, kalau semua pemimpin di negara ini berdasarkan nilai-nilai tadi saya yakin negara ini akan baik, saya percaya,” urainya penuh optimis.

Di sinilah ia mendapatkan nilai tambah yang lain, seperti lebih mengenal agama Islam lebih tepatnya dan semangat agama ini. Sekarang ia mengerti Islam adalah agama yang membawa damai dan sejahtera.

“Yang saya pelajari saya melihat agama islam lebih mengerti nilai keluhurannya, yang tadinya saya hanya melihat dari luar. Sesuatu yang diluar tempat ini gak mungkin saya temukan,” ungkapnya.

Ia berharap melalui training ESQ akhirnya setiap orang mempunyai kebahagiaan yang bukan hanya physical dan emosional, tetapi yang paling tinggi adalah kebahagiaan spiritual. Ia juga terkesan ketika mengetahui kebahagiaan physical dan emosional yang hanya bisa menerima, hal ini berbeda dengan kebahagiaan spiritual selain menerima tetapi juga memberi. Diharapkan ada kesinambungan antara ketiga kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Staf-staf di perusahaan kami banyak yang sudah alumni ESQ. Terus terang mereka selalu mendorong kami (pimpinan) untuk mengikuti training ESQ, karena mereka melihat ini sangat penting bagi Perusahaan. Perubahan yang didapat bagi stafnya yang pernah mengikuti training dapat terlihat, dalam arti melakukan segala sesuatu dengan hati, mereka (stafnya) menyebutnya seperti itu. Lebih semangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya didorong dengan suara hati, inilah yang menonjol bagi mereka yang sudah training.

Setelah Ongki merasakan manfaat training ESQ ia berniat mengajak juga yang lain, karena training ini akan menambah kecerdasan spiritual bagi karyawan PT. Bank BTPN. Sewaktu-waktu ia akan kembali lagi ke Menara 165 sebagai alumni ESQ untuk kembali merasakan nuansa training ESQ.

“Training jika mengenai kecerdasan intelektual dan emosional saya rasa banyak bentuknya, tapi kalau training mengasah kecerdasan spiritual di Indonesia baru ada yang ini,” pungkasnya. (tino)





Berlangganan RSS

Berlangganan Berita ESQ via email:

Masukkan alamat email Anda:

Berlangganan berita ESQ lewat email